Michael Jackson Dalam Kenangan, From Heal The World To The End Of His World
Fenomena kontes SEO blog yang sedang digelar oleh Joko Susilo

Bom Jakarta

Replika Neverland

Popular Categories

Menteri Kesehatan Konfirmasi Enam Kasus Flu Babi H1N1 Baru

Flu BabiTiga anak kecil asal Australia termasuk dalam enam orang penderita flu babi H1N1 yang baru saja dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Indonesia pada hari Minggu yang lalu, Jumlah penderita baru ini membawa total kasus infeksi flu babi mencapai delapan kasus.

Menteri Kesehatan Ibu Hj. Siti Fadilah Supari mengatakan dua anak laki-laki berusia 10 dan 12 tahun dan seorang gadis berusia 14 tahun, telah sama-sama ikut dalam penerbangan dari Australia ke Pulau Bali bersama seorang pemuda Inggris berusia 22 tahun yang sebelumnya telah diuji positif terjangkit virus H1N1.

Tiga kasus baru lain termasuk dua orang yang masih memiliki hubungan saudara yang sebelumnya telah mengunjungi Singapura dan wanita berusia 22 tahun yang sebelumnya berkunjung ke Australia.

"Keenam orang tersebut dalam kondisi baik," kata Ibu Supari, beliau juga menambahkan bahwa warga negara Australia yang terjangkit flu babi saat ini sedang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Sanglah Bali.

Tidak ada kasus positif flu babi yang telah dikonfirmasi di Indonesia hingga pada hari rabu yang lalu seorang pemuda Inggris dan seorang pilot Indonesia diuji positif terjangkit virus yang telah menjadi pandemi global ini. Saat ini keduanya telah diizinkan untuk pulang dari rumah sakit, kata Ibu Supari.

Indonesia pekan lalu menyatakan kekhawatiran bahwa wisatawan asal Australia yang berkunjung ke Bali telah menyebabkan masuknya virus flu babi H1N1 ke negara ini. Australia adalah negara di kawasan Asia-Pasifik yang dilaporkan sebagai negara dengan kasus penyebaran virus H1N1 terbesar dengan lebih dari 3.500 kasus flu babi dan lima diantaranya menyebabkan kematian.

Ibu Hj. Siti Fadilah Supari mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan terjadinya kasus penularan dari manusia ke manusia di Indonesia, namun begitu negara akan tetap waspada penuh agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak berwenang dari kementerian kesehatan Indonesia pada awal tahun ini meningkatkan penggunaan Scanner suhu tubuh di beberapa bandar udara besar, dan melarang impor daging babi dan produk turunannya untuk memerangi penyakit yang telah dinyatakan pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia ini.

Influenza tipe A H1N1, yang awalnya muncul di Meksiko pada bulan April lalu, telah menewaskan lebih dari 260 orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 60.000 orang di lebih dari 100 negara.

Click Here To Read This Article...

Menteri Kesehatan Mengkonfirmasi Dua Kasus Positif Flu Babi H1N1 Pertama Di Indonesia

Kasus Flu Babi H1N1 Positif Pertama Di IndonesiaMenteri Kesehatan Ibu Hj. Siti Fadillah Supari telah mengkonfirmasi adanya dua kasus positif Flu Babi A H1N1 pertama di Indonesia. Namun begitu masih ada sedikit keraguan apakah pengujian terhadap infeksi yang dialami kedua pasien telah dilakukan dengan benar.

Ibu Siti mengatakan bahwa kementerian kesehatan telah mendeteksi infeksi virus Flu Babi H1N1 terhadap dua orang pasien, yaitu WA, 37 tahun, berprofesi sebagai pilot dan saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sulianti Saroso untuk Penyakit Infeksi di Jakarta Utara. Satu lagi berinisial BM, 22 tahun, seorang warga negara Inggris. Saat ini pasien sedang dirawat di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali.

"BM telah diperiksa dan positif H1N1," ujar Siti pada pers di Departemen Kesehatan, seperti dikutip oleh kompas.com. Sedangkan "WA baru saja kembali dari Australia pada 14 Juni dan Hong Kong pada tanggal 18 Juni." "Dia masih dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Sulianti Saroso, dan masih dalam kondisi baik." Kata Ibu Hj. Siti Fadillah Supari.

Kejadian ini adalah kasus H1N1 poositif pertama yang terjadi di Indonesia. Sebelumnya penyakit yang satu ini telah mengundang banyak kekhawatiran, bukan hanya dari Indonesia namun hampir dari seluruh negara yang ada di dunia. Hingga saat ini, ada lebih dari 50.000 kasus infeksi H1N1 di seluruh dunia, dengan sedikitnya 237 orang pasien dilaporkan tewas.

Pada awal bulan ini, World Health Organization / WHO telah menaikkan tingkat peringatan pandemi virus H1N1-nya ke level tertinggi yaitu level 6. Hal itu dilakukan setelah WHO menemukan bahwa penyebaran virus flu babi H1N1 telah terjadi dengan sangat cepat di dalam masyarakat di delapan negara.

Negara-negara yang dilaporkan paling banyak terjadi penularan virus H1N1 ini antara lain, Australia, Inggris, Kanada, Chili , Jepang, Meksiko, Spanyol dan Amerika Serikat.

Dien Emmawati, kepala Dinas Kesehatan Jakarta, juga telah mengkonfirmasi adanya kasus penularan virus H1N1. Pasien yang diduga terjangkit virus H1N1 ini telah rujuk ke Rumah Sakit Sulianti Saroso. Ibu Dien menambahkan WA si pasien, adalah seorang warga Bintaro, Tangerang, dan telah menjalani perawatan di rumah sakit sejak 20 Juni lalu.

Ibu Dien Emmawati kemudian menyatakan bahwa Dinas Kesehatan jakarta telah melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara dan Soekarno-Hatta International Airport di Cengkareng, Tangerang. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap masuknya pasien flu babi dari luar negeri ke negara Indonesia.

Sri Purwati, kepala karantina Dinas Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta, mengatakan bahwa staffnya telah siaga 24 jam penuh, dengan menggunakan alat thermal Scanners untuk memastikan tidak satupun orang yang terinfeksi flu akan bisa masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.

Click Here To Read This Article...

Virus Flu Babi H1N1, Gejala, Pencegahan, Dan Cara Pengobatannya

Swine Flu Virus Flu Babi A H1N1, Gejala, Pencegahan, Dan Cara Pengobatannya
Penyebaran Virus Flu Babi H1N1 saat ini sedang menjadi kekhawatiran masyarakat dunia. Terakhir Badan Kesehatan Dunia WHO, bahkan telah menaikkan level pandemi Flu Babi menjadi level enam. Yang berarti telah terjadi penyebaran yang melampaui beberapa benua, dan dikhawatirkan akan sangat sulit untuk dibendung.

Lalu apa dan bagaimana sebenarnya Virus Flu Babi H1N1 itu, sehingga kemunculannya sangat ditakuti sebagian besar masyarakat di dunia, dan bagaimana cara mencegah atau bahkan mengobatinya.

Pada umumnya gejala awal Virus Flu Babi H1N1 memiliki gejala yang serupa dengan flu biasa. Virus Flu Babi berasal dari penguatan family virus influenza yang biasanya hanya dimiliki oleh binatang babi (secara endemik). Namun begitu, meski nama 'flu babi' membawa banyak tambahan rasa takut dan khawatir pada masyarakat, hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa flu babi sebenarnya hanyalah sebuah virus influenza A H1N1 biasa.

Pada tahun 2009, kemudian muncul jenis virus flu babi yang menyebar dari binatang ke manusia, bahkan kini terjadi penularan dari manusia ke manusia. Virus yang menyebar saat ini dikenal dengan sebutan Strain Influenza Virus (SIV). SIV adalah jenis virus influenza C dan subtipe influenza A yang lebih dikenal sebagai virus H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3.

Sebelumnya Virus Flu Babi biasanya hanya terjadi di daerah barat dan tengah Amerika Serikat namun kadang-kadang juga muncul di negara-negara lain, seperti Meksiko, Kanada, Amerika Selatan, Eropa (termasuk Inggris, Swedia, dan Italia), Kenya, Cina Daratan, Taiwan, Jepang, dan bagian lain dari Asia Timur.

Secara keseluruhan, diketahui telah terjadi 50 kasus penyebaran virus flu babi di dunia sejak pertama kali dilaporkan dalam literatur medis pada tahun 1958. Penyebaran virus flu babi pada waktu itu telah menghasilkan jumlah total enam orang meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, satu orang wanita yang sedang dalam keadaan hamil, satu orang penderita leukemia, satu orang lagi penderita penyakit Hodgkin, sedangkan dua orang lainnya dilaporkan dalam keadaan sehat sebelum akhirnya meninggal. Walaupun jumlah infeksi flu babi ini tampaknya sangat rendah, tingkat infeksi yang sesungguhnya terjadi mungkin lebih tinggi dari laporan tersebut. Namun karena umumnya penyakit ini hanya menyebabkan gejala yang sangat ringan, sehingga mungkin tidak pernah dilaporkan atau didiagnosis oleh ahli medis.

Gejala Flu Babi

Menurut Centers For Disease Control And Prevention (CDC) seperti halnya jenis flu lain, gejala infeksi flu babi dapat termasuk:

* Demam tinggi
* Pusing
* Menggigil
* Radang Tenggorokan
* Batuk
* Pilek atau Hidung Berair
* Badan Pegal dan Nyeri
* Kelelahan dan Mengantuk

Pada tahun 2009 ini telah terjadi juga peningkatan persentase laporan pasien diare dan muntah-muntah. Namun virus flu babi tidak dianggap sebagai zoonotic Virus Flu Babi, karena tidak menular dari hewan babi ke manusia, tetapi lebih banyak menyebar melalui penularan dari orang ke orang.

Tanda-tanda yang lebih serius infeksi flu babi mungkin termasuk pneumonia dan kegagalan pernafasan. Jika flu menjadi pandemi, setiap orang berpotensi untuk terjangkit virus H1N1 ini.

Jika Anda mengalami salah satu gejala-gejala flu, tetapi pandemi flu babi belum diumumkan secara luas, mungkin anda hanya memiliki flu musiman biasa.

Pencegahan Flu Babi

Virus influenza biasanya menyebar di antara manusia melalui saluran pernafasan seperti lewat batuk atau bersin dan ketika orang menyentuh bahan-bahan yang telah terkontaminasi oleh virus, kemudian menyentuh hidung atau mulut mereka sendiri. Virus flu babi tidak dapat menyebar oleh bahan makanan yang terbuat dari daging babi dan produk turunannya, karena virus tidak dapat ditularkan melalui makanan.

Virus flu babi pada manusia dapat menular selama lima hari pertama dari kemunculan gejala awalnya, meskipun pada beberapa orang, dan sebagian besar pada anak-anak, virus flu babi dapat tetap menular hingga sepuluh hari pertama. Diagnosis dapat dilakukan dengan mengirimkan sampel yang dikumpulkan selama lima hari pertama untuk kemudian dilakukan analisa.

Beberapa rekomendasi untuk mencegah penyebaran virus flu babi di antara manusia termasuk menggunakan standar kontrol yang ketat terhadap infeksi virus influenza. Ini termasuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air atau dengan cairan desinfektan dan alkohol sanitizers, terutama setelah pulang dari area publik. Kemungkinan penularan juga dapat ditekan dengan membubuhkan disinfektan pada lingkungan rumah dan alat-alat rumah tangga.

Meskipun saat ini vaksin influenza biasa mungkin belum mampu untuk memberikan perlindungan terhadap jenis virus H1N1 baru, para peneliti dan ahli kesehatan sedang mengembangkan jenis vaksin baru untuk menangkal penyebaran virus flu babi ini, dan rencananya akan siap pada awal Juni 2009.

Ahli kesehatan setuju bahwa mencuci tangan secara rutin dapat membantu untuk mencegah infeksi virus, termasuk virus flu babi. Virus influenza dapat menyebar dari batuk atau bersin. Belakangan bahkan ditemukan bukti bahwa tetesan kecil yang berisi virus dapat tetap hidup pada meja, kursi, gagang telepon peralatan kantor dan benda lainnya dan akan ditransfer melalui jari ke mulut, hidung atau mata.

Untuk pencegahan awal, gel berbasis alkohol atau busa sabun pencuci tangan mampu bekerja dengan baik untuk menghancurkan virus dan bakteri. Siapa saja yang mengalami gejala flu seperti demam mendadak, batuk atau nyeri otot harus tinggal jauh dari tempat kerja atau transportasi umum dan harus menghubungi dokter untuk meminta saran dan diagnosa lengkap.

Menjaga jarak dan kontak langsung dengan orang lain atau social distancing, juga mampu memutuskan mata rantai penyebaran virus flu babi. Hal ini berarti tinggal jauh dari orang lain yang mungkin telah lebih dulu terinfeksi virus flu babi sebaiknya dilakukan dengan segera. Pusat Kesehatan masyarakat dan pihak berwenang lainnya yang bertanggung jawab bisa memerintahkan atau memberi saran tindakan social distancing, namun hal ini tergantung pula dari tingkat keparahan dari penularan virus flu babi.

Pengobatan Flu Babi

Jika seseorang mengalami gejala dan rasa sakit yang mirip dan patut diduga terinfeksi oleh virus flu babi, obat antivirus yang tersedia di apotik dapat meringankan gejala penyakit ini dan membuat pasien merasa lebih baik. Obat antivirus juga dapat mencegah munculnya beberapa komplikasi serius pada penderita.

Untuk pengobatan, obat antivirus sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin (maksimum dalam waktu 2 hari setelah gejala awal muncul). Disamping konsumsi obat antivirals, tindakan perawatan yang bisa meringankan gejala yang muncul, baik di rumah atau di rumah sakit, sebaiknya berfokus pada pengendalian terhadap demam yang dialami dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit CDC merekomendasikan penggunaan Tamiflu (oseltamivir) atau Relenza (zanamivir) untuk pengobatan dan / atau pencegahan infeksi virus flu babi, walaupun sebenarnya sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini dapat membuat pemulihan penuh tanpa memerlukan perhatian medis atau obat antivirus.

Click Here To Read This Article...

Recent Articles

Please Visit My Other Blogs