
Teror bom kembali terjadi di dua hotel mewah di Jakarta hari ini, yaitu Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton. Insiden ini telah merenggut nyawa setidaknya sembilan orang pengunjung hotel dan melukai lebi dari 50 orang lainnya. Setidaknya 14 warga negara asing termasuk di antara korban meninggal dan luka-luka.
Ledakan dahsyat di JW Marriott dan hotel Ritz-Carlton, yang letaknya saling berdekatan pada sebuah pusat bisnis ibukota Indonesia, menyebabkan puing-puing beserta pecahan kaca beterbangan hingga keluar jendela hotel. Ledakan yang awalnya diduga disebabkan oleh peralatan generator listrik ini juga mengepulkan asap tebal yang bisa terlihat hingga jarak beberapa ratus meter dari tempat kejadian.Alex Asmasubrata, seorang tokoh olahraga otomotif nasional yang kebetulan sedang jogging di dekat lokasi ledakan mengatakan bahwa dia bergegas menuju Hotel JW Marriott sesaat setelah mendengar suara ledakan dan beliau menyaksikan sebelum tenaga medis dan layanan darurat tiba di lokasi "ada beberapa korban yang tergeletak di lapangan, salah satu dari mereka isi perut-nya terlihat keluar," kata Alex. "Sangat Mengerikan," tambah beliau.
Hotel JW Marriott, yang telah mengalami serangan bom serupa pada tahun 2003 dilaporkan merupakan yang pertama mendapatkan serangan bom pada sekitar pukul 7:45 wib, kemudian diikuti dengan ledakan kedua di Hotel Ritz-Carlton dua menit kemudian.Rangkaian serangan bom ini berselang hanya dua minggu setelah pemilu presiden selesai dilaksanakan dengan aman dan damai. Media lokal di Indonesia juga melaporkan ada dua orang tewas dalam sebuah ledakan di sebuah mobil di utara Jakarta pada hari yang sama. Pejabat yang dikonfirmasi mengatakan bahwa benar telah terjadi ledakan namun tidak memastikan apakah kejadian ledakan mobil tersebut berkaitan dengan Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton.
Menteri Keamanan Widodo AS kepada wartawan mengatakan bahwa ledakan bom di kedua hotel terjadi pada pukul 7:45 wib dan 7:47 wib dan bahwa "peledak dengan kekuatan besar digunakan dalam insiden tersebut." Dia mengatakan sedikitnya sembilan orang meninggal dan 50 lainnya luka-luka.
Pasukan anti-teror langsung merangsek ke kedua hotel yang menjadi lokasi ledakan, dan pihak berwenang memblokir akses ke kedua hotel tersebut sehingga wartawan dan media kesulitan untuk meliput lokasi kejadian dari jarak yang lebih dekat.Hingga saat ini belum ada satupun yang mengklaim sebagai pihak yang bertanggung-jawab atas kedua serangan ini, namun analis terorisme Rohan Gunaratna mengatakan bahwa kemungkinan besar pelaku adalah berasal dari Organisasi Jemaah Islamiyah yang terhubung dengan Al-Qaida pimpinan Osama Bin Laden.
"Satu-satunya Organisasi dengan niat dan kemampuan untuk melakukan serangan terhadap fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh "Barat" hanyalah Jemaah Islamiyah. Saya tidak ragu bahwa Jemaah Islamiyah bertanggung jawab atas serangan ini," katanya.




0 Comments: